Loading...

NATAL

Press key to continue.

Kontrol Slide
  • and untuk maju/ mundur.
  • spacebar untuk maju.
  • N untuk menampilkan/ menyembunyikan catatan.
  • H untuk menampilkan/ menyembunyikan bantuan.
  • Link untuk presentasi lain yang relevan.

Perihal Kalender

Ya gitu Yesus lahir pada 25 Desember?

Ya, betul. Isa Al-Masih betul-betul lahir pada tanggal 25 Desember kalender Julian.

Presentasi ini menguraikan dalil Alkitab dan nalar mengenai hal tersebut.

Kalender Julian? Apaan tuh?

Kalender Julian itu kalender yang berlaku di samping kalender Ibrani pada masa Isa Al-Masih hidup di bumi ini.

Sama ga tuh dengan kalender yang kita pakai sekarang?

Ga. Kalender yang kita pakai sekarang namanya kalender Gregorian. Kalender modern ini baru mulai digunakan tanggal 24 Februari 1582 Masehi. Nah, kalau kalender Julian itu mulai dipakai dari tahun 40 Sebelum Masehi.

Terus? Apa hubungan kalender Julian itu dengan kegagalan memahami 25 Desember sebagai hari lahir Yesus?

Ya kan umumnya orang ga tahu kalender Julian. Kebanyakan orang itu familiarnya dengan kalender Gregorian. Makanya, kebanyakan orang ngira, 25 Desember itu 25 Desember kalender Gregorian. Jadi ngitung kelahiran Isa Al-Masih pake kalender Gregorian. Pasti lah ketemu jalan buntu. Kan salah kalender buat ngitung tuh.

Untuk dapat melihat tanggal 25 Desember sebagai hari lahir Isa, perhitungannya harus pakai kalender yang berlaku jaman Isa Al-Masih di Palestina, yaitu kalender Julian dan kalender Ibrani dong.

Kalo ngitungnya make kalender Julian dan kalender Ibrani, betulan ya Yesus lahir tanggal 25 Desember kalender Julian?

Ya, kalo pake 2 kalender kuno itu, Isa Al-masih memang betulan lahir tanggal 25 Desember kalender Julian.

Perihal dalil Alkitab dan nalar

Gimana sih alur nalar Natal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus itu?

Kalo dijelasin rinci, perlu waktu lama. Jadi, untuk lebih rincinya, silakan baca buku “Natal 25 Desember: Pembuktikan Yesus lahir 25 Desember

Garis besarnya saja deh…

Dari Lukas 1:10-11 dapat diketahui bahwa Malaikat Gabriel alias Jibril mendatangi Zakharia pada Hari Raya Sukkoth, yaitu tanggal 15 Tishri tahun 3756 kalender Ibrani alias tanggal 26 September tahun 6 SM.

Dengan menimbang bahwa Zakharia pulang ke rumahnya ketika tugasnya selesai (Injil, Lukas 1:23), waktu tempuh dari Yerusalem ke rumah Zakharia di Hebron dengan berjalan kaki pada waktu malam, dan fisik Zakharia yang sudah tidak muda lagi, maka diketahui bahwa Elisabet, istri Zakharia, hamil pada tanggal 17 Tishri 3756.

Lukas 1:26-27 mengisahkan Malaikat Jibril datang ke Maryam pada bulan keenam.

  1. Dalam bulan yang keenam, malaikat Jibrail diutus Allah ke sebuah kota yang bernama Nazaret di Galilea.
  2. Ia diutus kepada seorang gadis perawan, tunangan seorang laki-laki yang bernama Yusuf, keturunan Nabi Daud. Nama gadis itu Maryam.

Lukas 1:36 menunjukkan bulan keenam itu dihitung dari tanggal kehamilan Elisabet, istri Zakharia.

  1. Sesungguhnya Elisabet, sanak saudaramu itu, sedang mengandung seorang anak laki-laki pada masa tuanya ini. Memang dahulu ia dikatakan mandul, tetapi sekarang usia kandungannya sudah enam bulan.

Tanggal Maryam hamil

6 bulan + 17 Tishri tahun 3756 =

17 Nisan 3756 (Kalender Ibrani)

alias

25 Maret 5 SM (Kalender Julian)

Tanggal Maryam bersalin

Frasa επλησθησαν αι ημεραι 'eplēsthēsan ai hēmerai' pada Lukas 2:6 menunjukkan bahwa Maryam melahirkan saat cukup bulan (Ing.: at term).

Sedikit berbeda dari deskripsi persalinan cukup bulan ala modern, persalinan cukup bulan ala abad 1 Masehi itu genap 9 bulan.

Dengan demikian,

tanggal kelahiran Isa Al-Masih adalah

25 Maret 5 SM Kalender Julian + 9 bulan =

25 Desember 5 SM Kalender Julian.

Iklim Desember di Betlehem

Bukannya bulan Desember di Betlehem itu musim dingin dengan gundukan salju-salju tebal?

(^_^) Itu gambaran film fiksi ala Hollywood. Film fiksi itu kan hiburan, beda dengan kenyataan.

Kenyataannya, bisa diketahui dari buku Geografi/ Klimatologi mengenai Betlehem/ daerah subtropis, bisa juga dibaca dari situs resmi kota Betlehem.

Kota Betlehem itu berada di daerah sub tropis.

Suhu rata-rata Betlehem pada bulan Desember itu sekitar 9 derajat celcius. Suhu segini tidak menghasilkan es dan salju.

Suhu terburuk di Betlehem memang bisa sampai 0 derajat celcius.

Cuaca terburuk ga tiap hari & ga umum, makanya salju jarang turun di Betlehem.

Bila menimbang kisah Lukas tentang para gembala, maka dapat diketahui, suhu waktu Isa lahir adalah suhu rata-rata.

Betlehem bulan Desember itu lebih menyerupai musim hujan di Indonesia, ketimbang musim salju di Eropa Utara atau Amerika Utara.

Jadi, kenapa dong ada orang yang ngira Betlehem bulan Desember penuh salju dan es?

Itu warisan dari Theologi Puritanisme yang muncul di Inggris pada sekitar abad 17 Masehi.

Singkat cerita, kaum ini mempertanyakan Natal 25 Desember, dengan asumsi kemajuan IPTEK abad 17 Masehi di Inggris.

Theolog Puritan Inggris abad 17 Masehi yang mencetuskan anti Natal 25 Desember itu belum tahu kalau Betlehem ada di subtropis, sehingga mengasumsikan iklim Betlehem sama dengan iklim Inggris. Mengingat ilmu geografi dan klimatologi saat itu belum lahir, kita dapat memaklumi munculnya interpretasi keliru ini.

Salah asumsi ini salah satu titik lemah fatal dari doktrin anti-Natal 25 Desember.

Makanya, kalau kita baca doktrin anti-Natal 25 Desember itu yang kebayang adalah alam Inggris abad 17 Masehi, kayak: hujan salju, musim dingin bersuhu minus, para gembala pada di rumah menghangatkan badan di dekat perapian, domba-domba di taruh dalam kandang biar ga kena salju, dsb.

Perihal Perayaan

Seberapa penting sih mengingat dan merayakan natal itu?

Firman Allah nuzul atau turun menjadi kitab terjadi berulangkali. Misal, turun jadi kitab Taurat, kitab Zabur, kitab Hikmah, dsb.

Tapi, firman Allah nuzul atau turun menjadi manusia itu cuma satu kali.

Dari sejak manusia diciptakan pertama kali hingga kiamat nanti, Firman nuzul jadi manusia itu cuma sekali, yaitu pada tanggal 25 Desember 5 SM kalender Julian itu.

Inilah

Natal

Jadi, memperingati dan merayakan Natal itu penting.

Kalo memang penting, harusnya ada dong dalil Alkitab perayaan Natal.

Memang ada dalil Alkitabnya.

Perintah merayakan Natal dalam Alkitab itu berupa teladan dari para malaikat yang memuliakan Allah atas lahirnya Isa Al-Masih (Injil, Lukas 2:13-14).

Tiba-tiba bersama-sama dengan malaikat itu hadir banyak sekali tentara surgawi. Mereka memuji Allah dan berkata,

"Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, sejahtera di bumi bagi orang yang berkenan di hati Allah." (Injil, Lukas 2:13-14).

Dalil lainnya adalah 2 Timotius 2:8

"Ingatlah ini: Isa Al-Masih yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. (2 Timotius 2:8)

Ayat ini memerintahkan kita untuk memperingati kelahiran Isa pula.