1 Petrus 3:15-17 => Dasar apologetika (hujjah) terhadap fitnah

Menguraikan secara singkat 1 Petrus 3:15-17 sebagai dasar apologetika/ hujjah iman Al-Masih

Mereka menghendaki agar kita diam saat difitnah agar masyarakat tidak tahu kebohongan mereka dalam fitnah itu.

Maka disusunlah beragam peraturan perundangan dan regulasi dari tingkat daerah hingga tingkat pusat untuk membungkam mulut kita. Bahkan, tidak jarang ancaman kekerasan juga diberikan demi kita diam… karena dengan kita diam, maka fitnah akan leluasa berkembang biak, sehingga Injil jadi disalahmengerti oleh masyarakat luas. Masyarakat luas diberi hidangan beracun berupa informasi-informasi palsu mengenai Injil dan iman Al-Masih, agar mereka semakin tidak paham Injil dan semakin jauh dari iman Al-Masih.

Apa yang perlu dilakukan oleh umat Al-Masih dalam situasi semacam ini?

Situasi ini pernah dialami oleh umat Al-Masih generasi pertama yang dipimpin antara lain oleh oleh seorang hawariyyun yang bernama Petrus. Atas petunjuk Allah, Petrus Sang Hawariyyun memberi petunjuk demikian:

15  Tetapi berilah Al-Masih tempat terhormat sebagai Junjungan di dalam hatimu dan siap sedialah selalu untuk memberi jawaban kepada setiap orang yang bertanya kepadamu mengenai pengharapan yang ada padamu. Tetapi lakukanlah itu dengan lemah lembut dan sopan.

16 Hendaklah hati nuranimu bersih, supaya apabila kamu difitnah, maka kelakuanmu yang baik dalam Al-Masih akan membuat orang yang memfitnah kamu itu menjadi malu.

17  Lebih baik kamu menderita karena berbuat baik kalau memang Allah menghendakinya demikian, daripada menderita karena berbuat jahat. (1 Petrus 3:15-17)

Ada beberapa poin penting yang perlu kita perhatikan dan lakukan sehubungan dengan kondisi di bawah fitnah, yaitu:

Justin Sang Syuhada. Syahid karena tulisan-tulisan hujjah yang menjawab fitnah yang ditujukan pada iman Al-Masih

Justin Sang Syuhada. Syahid karena tulisan-tulisan hujjah yang menjawab fitnah yang ditujukan pada iman Al-Masih.

  1. “berilah Al-Masih tempat terhormat sebagai Junjungan dalam hatimu”. Istilah “Al-Masih” adalah gelar jabatan untuk maharaja yang dilantik oleh Allah. Memberi Al-Masih tempat terhormat dalam hati kita berarti menjadikan Isa Al-Masih sebagai raja dalam hidup sehari-hari kita. Apa yang disabdakan oleh Isa Sang Maharaja perlu dipahami, dimengerti, di-iya-kan, dan dilakukan.
  2. “siap sedialah selalu untuk memberi jawaban kepada setiap orang yang bertanya kepadamu mengenai pengharapan yang ada padamu”. “Siap sedia untuk selalu memberi jawaban” berarti kita menyiapkan diri. Sehingga, bila ada orang yang bertanya dan memfitnah (ayat 16), maka kita sudah tahu jawabannya apa. Ini berarti meliputi proses belajar menjawab pertanyaan dan fitnah (serta tuduhan) yang biasa ditujukan kepada iman kita.
  3. “Tetapi lakukanlah itu dengan lemah lembut dan sopan”. Allah memerintahkan untuk menjawab setiap fitnah dan pertanyaan secara lemah lembut dan sopan. Lemah lembut tidak berarti kemayu atau kewanita-wanitaan. Lemah lembut di sini dalam arti hal tersebut dilakukan dengan bahasa yang baik: tidak kasar, bukan caci-maki, bukan sumpah serapah. Juga bahasa tersebut perlu sopan.
  4. “Hendaklah hati nuranimu bersih”. Gunakan hati nurani yang bersih saat menjawab setiap pertanyaan dan fitnah itu. Motif perlu bersih dan benar, begitu pula tujuan dan cara. Hati nurani yang bersih akan tercermin dalam jawaban-jawaban kita terhadap fitnah tersebut.
  5. Lebih baik kamu menderita karena berbuat baik, jika Allah menghendaki demikian, daripada menderita karena berbuat jahat“. Ancaman terhadap umat Al-Masih yang tidak mau diam saat difitnah itu selalu ada, baik ancaman tersembunyi maupun ancaman terang-terangan. Dan hal itu akan menciptakan kondisi menderita. Sebagian umat Al-Masih lebih memilih untuk tidak melakukan 1 Petrus 3:15 ini karena khawatir menderita. Namun sikap ini ditunjukkan oleh Petrus sebagai sikap yang keliru. Alkitab menunjukkan bahwa lebih baik menderita karena berbuat baik, ketimbang menderita karena berbuat jahat.

Mari kita turuti perintah 1 Petrus 3:15.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>