Category Archives: 1 Korintus 8

Paulus Tidak Mengenal Trinitas Palsu dalam Al Quran

Tema: Ketika seorang Islam-Harnack mengatakan “trinitas”, maka yang dimaksudkannya adalah konsepsi Trinitas Palsu Dalam Al-Qur’an, bukan Tauhid Trinitas Asli Dalam Alkitab. Kegagalan memahami Tauhid Trinitas dalam Alkitab berujung pada fitnah terhadap Paulus.

Tanya

Melalui orang-orangnya ini akhirnya Saulus berhasil merubah Injil dan memasukkan faham trinitas ke tengah-tengah umat Nashrani.

 

Jawab

Opini bahwa Saulus atau Paulus merubah Injil berasal dari bid’ah Kristen Liberal golongan Harnack. Ajaran bid’ah Harnack ini masuk ke dalam ajaran Islam melalui Muhammad Ali dalam bukunya yang berjudul “My Life A Fragment”. Muhammad Ali adalah tokoh besar Ahmadiyyah di India. Dari Ahmadiyyah, ajaran tersebut masuk ke berbagai golongan agama Islam, termasuk masuk ke dalam kelompok-kelompok anti-Ahmadiyyah. (Simak posting “Islam-Harnack: Sinkretisme ajaran Islam dengan ajaran Kristen Liberal golongan Harnack“). Berlawanan dengan citra negatif dari Islam-Harnack, tafsir Ibnu Katsir justru memberi kesan positif terhadap Paulus, yaitu seorang yang menda’wahkan Tauhid, sebagaimana yang tercantum dalam tulisan Paulus kepada umat Al-Masih di Korintus “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa” (1 Korintus 8:4). (Simak posting “Apakah Bulus dalam tafsir Ibnu Katsir itu Paulus?“)

Sedangkan mengenai hal memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, kita tahu bahwa “sebenarnya tidak ada berhala di dunia ini dan tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa.” (1 Korintus 8:4)

Ajaran Adolph von Harnack yang diserap oleh Islam-Harnack bahkan sampai gagasan Harnack bahwa Paulus memasukkan faham trinitas ke tengah-tengah umat Nasrani. Ajaran Harnack ini bukan hanya diserap ajaran Islam menjadi Islam-Harnack, namun juga diserap oleh bid’ah Kristen Liberal lainnya, misal, Saksi Yehova.

 

 

Opini Harnack ini muncul dalam suatu situs bid'ah Saksi Yehova, bukan hanya dalam Islam-Harnack

Opini Harnack ini muncul dalam suatu situs bid’ah Saksi Yehova, bukan hanya dalam Islam-Harnack

Walau Islam-Harnack menyerap kata “trinitas”, namun arti kata “trinitas” dalam Harnack berbeda dengan arti “trinitas” dalam Islam-Harnack.

Kata “Trinitas” dalam Harnack merujuk kepada konsep rumit yang tak dipahami Harnack dan yang menurut Harnack, sumber konsep rumit yang tak dapat dipahaminya itu dari filsafat Yunani.

Kata “Trinitas” dalam Islam-Harnack merujuk kepada konsep Trinitas Palsu dalam Al Qur’an (kolom kiri) yang frontal berlawanan dengan konsep Tauhid Trinitas Asli dalam Alkitab.

Trinitas Palsu dalam Al Qur’an VS Tauhid Trinitas Asli dalam Alkitab

No Trinitas Palsu dalam Al Qur’an Tauhid Trinitas Asli dalam Alkitab
1 Tiga Tuhan (QS Al Maaidah 5:73) Satu Tuhan (Markus 12:29)
2 Allah adalah salah satu tuhan dari 3 tuhan (QS Al Maaidah 5:73) Hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah, sehingga Allah bukan salah satu Tuhan dari 3 tuhan. (1 Korintus 8:4)
3 2 tuhan yang lain selain Allah adalah manusia Isa (Yesus) dan Maryam (Maria)(QS Al Maa’idah 5:116)
  1. Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa (1 Korintus 8:4)
  2. Tidak ada Allah yang lain (Yesaya 46:9)
  3. Manusia Isa Al-Masih bukan Tuhan (Filipi 2:6). Manusia Isa Al-Masih adalah hamba Allah (Matius 12:18). Ini dikalimatkan “Yesus atau Isa 100% manusia”.
  4. Yang berkodrat Tuhan adalah Ilmu Allah (Yohanes 1:1-3) yang merupakan Esensi Dzat Allah dan sekaligus hakikat Isa Al-Masih (Ibrani 1:3). Jadi, yang berkodrat Tuhan dari diri Isa bukan manusianya, melainkan hakikatnya, sebab hakikat Isa adalah Ilmu Allah, sebagaimana hakikat kitab Allah adalah Ilmu Allah. Ini dikalimatkan “[Hakikat] Yesus atau Isa 100% Tuhan”
  5. Maryam bukan Tuhan dan tidak pernah disembah sebagai Tuhan oleh umat Al-Masih (Lukas 1:38). Bahkan mazhab Katolik pun tidak pernah menganggap Maria sebagai tuhan atau pun sejajar dengan tuhan.
4 terdiri dari bagian-bagian dan tersusun atas komponen-komponen (QS Al Maaidah 5:73, 116), yaitu: tuhan bapak (Allah), tuhan anak (Isa/ Yesus), tuhan ibu (Maryam/ Maria). Allah itu Esa, artinya, Allah tidak tersusun atas bagian-bagian, komponen-komponen, atau pun materi-materi penyusun (Yesaya 46:9). Lihat penjelasan dalam posting “Makna ‘Esa (Satu)’ menurut Alkitab“
5 Tuhan terdiri dari Allah (tuhan bapak), Maryam (tuhan ibu), Isa (tuhan anak) Tuhan tidak terdiri dari bagian-bagian.Kata kias “Bapa” merujuk kepada Allah.Kata kias “Anak” merujuk kepada Ilmu Allah yang merupakan Esensi Dzat AllahIstilah “Ruh Sang Kudus” atau “Dzat Sang Kudus” merujuk kepada Dzat Allah yang merupakan Substansi Allah.Ilmu Allah (kias “Anak”) dan “Dzat Allah” (Dzat Sang Kudus) bukan komponen Allah, bukan bagian penyusun diri Allah. Allah, IlmuNya, dan DzatNya adalah satu Tuhan Yang Maha Esa (simak “Tauhid Trinitas“)
6 Isa Al Masih adalah anak Allah (QS at-Taubah 9:30), namun dalam makna anak biologis (QS Al Ikhlas 112:3), yaitu Allah kawin dengan Maryam, lalu punya anak biologis Isa. Manusia Isa adalah Tuhan.Inilah sebabnya para aktivis dakwah umat beragama Islam sering menuding bahwa umat Al-Masih men-tuhan-kan manusia Isa. Tudingan ini jelas salah alamat dan membuat umat Al-Masih merasa difitnah, sebab umat Al-Masih tidak pernah men-tuhan-kan manusia Isa Al-Masih. Isa Al-Masih adalah “Anak Allah” dalam makna kias.Makna kias “Anak” yang ditujukan pada Isa Al-Masih adalah: Firman hakiki atau Kalam hakiki atau Ilmu Allah (Yohanes 1:1,14)Manusia Isa Al-Masih bukan Tuhan (Filipi 2:6). Yang berkodrat Tuhan dari diri Isa bukan manusia Isa, melainkan hakikat Isa (Ibrani 1:3), sebab hakikat Isa adalah Ilmu Allah (Ibrani 1:3, Yohanes 1:1, 14), sebagaimana hakikat kitab Allah adalah Ilmu Allah. Mengakui ke-Tuhan-an hakikat Isa dapat dianalogikan dengan mengakui ke-bukan-makhluk-an hakikat kitab Allah.

 

Fitnah dari golongan Islam-Harnack terhadap Paulus tersebut sungguh mustahil, sebab Paulus tidak tahu-menahu konsep Trinitas Palsu dalam Al Qur’an. Paulus syahid pada sekitar tahun 64 Masehi. Konsep Trinitas Palsu baru muncul dalam Al Qur’an sekitar 6 abad setelah syahidnya Paulus. Konsep Trinitas Palsu dalam Al Qur’an sama sekali tidak dikenal dalam Alkitab, tidak dikenal oleh umat Al-Masih, dan juga tidak dikenal oleh Paulus.

Simpulan

  1. Fitnah bahwa Paulus memasukkan paham trinitas ke dalam umat Al-Masih disebabkan karena memaknai kata “trinitas” dalam makna Trinitas Palsu Dalam Al Qur’an, bukannya Tauhid Trinitas Asli dalam Alkitab.
  2. Paulus syahid tahun 64 Masehi oleh Kaisar Nero, sedangkan paham Trinitas Palsu dalam Al Qur’an baru muncul sekitar 6 abad setelah syahidnya Paulus.
  3. Berlawanan dengan ajaran Islam-Harnack pada abad 20-21 Masehi yang mencitrakan Paulus secara negatif, ajaran Islam dalam tafsir Ibnu Katsir pada abad 14 Masehi mencitakan Paulus secara positif, seorang yang menda’wahkan Tauhid, sebagaimana yang tercantum dalam tulisan Paulus kepada umat Al-Masih di Korintus “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa” (1 Korintus 8:4).
  4. Paulus tidak mengenal konsepsi Trinitas Palsu dalam Al Qur’an maupun dalam Harnack.

 


Kata kunci: trinitas palsu dalam Al Qur’an, trinitas Islam-Harnack, Tauhid Trinitas, Paulus

Islam-Harnack: Sinkretisme ajaran Islam dengan ajaran Kristen Liberal golongan Harnack

Tema: Islam-Harnack: Sinkretisme ajaran Islam dengan ajaran Kristen Liberal golongan Harnack

Tanya

Baiklah saya tunggu apa yang anda maksud dengan Islam Harnack???????? Baru dengar Islam itu, ada juga islam sunni, islam syi’ah, ..

Monggooo di tunggu penjelasannya..

 

Jawab

Saya tidak menyebut “Islam Harnack”, melainkan “Islam-Harnack”. Perhatikan tanda strip di tengahnya. Keberadaan tanda stip di tengah itu perlu, sebab jika tidak, maka Anda akan mencoba membandingkannya dengan Islam sunni, Islam Syi’ah, dsb.

Istilah “Islam-Harnack” adalah istilah dari saya untuk memberi label pada ajaran sinkretis antara ajaran Islam dengan ajaran Kristen Liberal dari golongan Harnack.

Garis besar ajaran bid’ah Harnack: Paulus mengubah ajaran Isa Al-Masih.

Ajaran Harnack ditolak dalam lingkungan umat Al-Masih, dan hanya diterima di kalangan ahlul bid’ah Kristen Liberal.

Ajaran bid’ah Harnack berawal dari Jerman pada tahun 1901, lalu berkembang hingga ke luar negeri, kemudian masuk Inggris. Di Inggris ini, ajaran bid’ah Harnack berjumpa dengan Muhammad Ali yang sedang kuliah di Oxford. Bahwa Oxford adalah tempat yang paling mungkin di mana Muhammad Ali berjumpa dengan Kristen Liberal Harnack didasarkan pada terdapatnya kelompok Kristen Liberal di Oxford dan, kala itu, Kristen Liberal berkembang di Oxford.

Saat kembali ke India, Muhammad Ali merujuk Adolph von Harnack dalam bukunya yang sangat terkenal berjudul “My life A Fragment” pada dasawarsa 1920-an.

Muhammad Ali merujuk ke Harnack dalam bukunya berjudul "My Life A Fracture"

Muhammad Ali merujuk ke Harnack dalam bukunya berjudul “My Life A Fracture”. Inilah titik awal ajaran bid’ah Harnack masuk ke dalam ajaran Islam.

Inilah titik awal ajaran sinkretis Islam-Harnack. Ini berarti ajaran sinkretis Islam-Harnack berawal dari dasawarsa 1920-an.

Ide sinkretis Muhammad Ali diterima oleh para ulama agama Islam. Tidak pernah ada satu pun ulama besar yang mengharamkan ajaran sinkretis ini. Bahkan ajaran sinkretis Islam-Harnack diajarkan di berbagai lembaga pendidikan berlabel Islam dan nampaknya sudah jadi materi wajib bagi para da’i atau pun mubaligh agama Islam.

Garis besar ide ajaran sinkretis Islam-Harnack identik dengan ajaran Harnack yang menjadi sumber dari ajaran tersebut.

  • Garis besar bid’ah Harnack: Paulus mengubah ajaran Isa Al-Masih.
  • Garis besar sinkretis Islam-Harnack: Paulus mengubah ajaran Isa Al-Masih

Al Qur’an dan Hadith tidak pernah menyebutkan dan menceritakan Paulus satu kalipun. Mustahil ajaran mengenai Paulus bersumber dari Al Qur’an dan Hadith. Rujukan tertua ajaran Islam terkait Paulus adalah tafsir Ibnu Katsir, namun, tafsir Ibnu Katsir menunjukkan sosok Paulus dengan citra yang sangat positif, berlawanan ajaran Islam-Harnack yang menunjukkan sosok Paulus dengan citra yang sangat negatif.

Ajaran Harnack berkembang pesat dalam pemeluk agama Islam pada paruh kedua abad 20 Masehi. Berikut tulisan tokoh Ahmadiyyah yang terlihat sangat keliru mengenai Trinitas dan juga mengenai Paulus, akibat sangat terpengaruh bid’ah Kristen Liberal Harnack.

Sdr. Hamran Ambrie yang tengah berjuang menindas hati nuraninya sendiri yang cenderung kepada Tauhid Islam, dan mencoba menegakkan benang basah kepercayaan Trinitas politeistik ajaran Paulus, rasul gadungan itu.

Ini adalah bukti bahwa ajaran sinkretis Islam-Harnack telah masuk ke Indonesia pada paruh kedua abad 20 Masehi. Kutipan tersebut saya ambil dari  korespondensi debat antara Hamran Ambrie dengan tokoh Ahmadiyah bernama Hassan Tou. Ini juga bukti bahwa masuknya ajaran sinkretis Islam-Harnack ke Indonesia melalui Ahmadiyyah. Ini dapat dipahami mengingat Muhammad Ali adalah aktivis politik India dan tokoh besar Ahmadiyyah. Selain itu, Ahmadiyyah berasal dari India dan mempunyai pengikut di India dengan jumlah yang signifikan.

Sekarang, 2012, sudah hampir satu abad ajaran sinkretis Islam-Kristen Liberal Harnack diterima oleh penganut agama Islam dengan tanpa syarat. Bahkan, para aktivis da’wah agama Islam yang pernah berbincang dengan saya tidak ada satu pun yang mengetahui bahwa sumber ajaran tersebut adalah bid’ah Kristen Liberal golongan Harnack. Para aktivis ini mengira sumber ajaran tersebut adalah Al Qur’an dan Hadith, padahal bukan.

Bila mengingat budaya taqlid kepada ulama dan kurangnya budaya mengkritisi ajaran ulama, maka wajar saja bila ajaran sinkretis ini tidak pernah dipertanyakan dan diterima mentah-mentah begitu saja. Setidaknya, fenomena Islam-Harnack yang sudah berusia hampir 1 abad ini bukti bagi kita, bahwa doktrin ajaran Islam tidak kebal terhadap distorsi, setidaknya distorsi yang diakibatkan oleh sinkretisme dengan ajaran berbagai golongan bid’ah theologi liberal.

Simpulan

  1. Sinkretisme ajaran Islam dengan ajaran bid’ah Kristen Liberal Harnack dimulai dari Muhammad Ali dalam bukunya berjudul “My Life A Fracture
  2. Muhammad Ali adalah tokoh besar Ahmadiyyah, namun sinkretisme Islam-Harnack karyanya diterima di luar lingkup Ahmadiyyah, bahkan para pemeluk Islam dari golongan anti-Ahmadiyyah pun menerima gagasan sinkretisme Islam-Harnack tersebut.
  3. Alih-alih merujuk ke tafsir Ibnu Katsir yang mencitrakan Paulus secara sangat positif, yaitu mendakwahkan Tauhid kepada Antiokhia; banyak aktivis da’wah yang memilih untuk merujuk ke ajaran sinkretis Islam-Harnack yang mencitrakan Paulus secara sangat negatif, yaitu sebagai sosok yang mengubah ajaran Isa Al-Masih.
    1. Tafsir Ibnu Katsir: Paulus mendakwahkan Tauhid. Tafsir ini sesuai dengan tulisan Paulus dalam 1 Korintus 8:4 “…Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa”
    2. Garis besar bid’ah Harnack: Paulus mengubah ajaran Isa Al-Masih.
    3. Garis besar sinkretis Islam-Harnack: Paulus mengubah ajaran Isa Al-Masih

 

 


Kata kunci: ajaran sinkretis Islam-Harnack, Paulus, Ahmadiyyah, Adolph von Harnack, Muhammad Ali

Apakah Bulus dalam tafsir Ibnu Katsir itu Paulus?

Tema: Perkawinan antara ajaran Islam dengan ajaran bid’ah Kristen Liberal Harnack menghasilkan ajaran Islam-Harnack yang berisi fitnah terhadap Paulus dan juga caci maki kepada Paulus. Ajaran ini banyak dianut oleh aktivis dakwah agama Islam.

Tanya

Saulus atau Paulus atau Bulus… Yesus menamainya dengan Bulus.

Jawab

 

Sumber fitnah terhadap Paulus

Fitnah terhadap Paulus berasal dari salah satu golongan bid’ah Kristen Liberal, yaitu dari golongan Adolph Von Harnack (1851-1930), pada tahun 1901. Menurut Harnack, Paulus adalah orang yang mengubah ajaran Isa Al-Masih. Ajaran bid’ah Harnack ini lalu dimasukkan ke dalam ajaran agama Islam pada paruh kedua abad 20, dan dampaknya terasa pada awal abad 21 Masehi, yaitu sangat banyak aktivis dakwah agama Islam yang terpengaruh oleh Harnack dan bahkan menjadi golongan Harnack, baik secara sadar atau pun tidak secara sadar. Doktrin yang terkesan seolah Islami bahwa Paulus mengubah ajaran Isa Al-Masih tidak bersumber dari Al Qur’an dan hadith. Tidak ada nama Paulus dalam Al Qur’an maupun Hadith.

Adolf Von Harnack

Adolf Von Harnack mengajarkan bahwa Paulus mengubah ajaran Isa Al-Masih. Ajaran bid’ah Harnack banyak dianut dan dikembangkan oleh aktivis dakwah agama Islam. Perkawinan antara ajaran Islam dengan ajaran bid’ah Harnack menghasilkan ajaran Islam-Harnack yang berisi fitnah luar biasa terhadap Paulus, buahnya adalah hujatan dan caci maki terhadap Paulus.

Apakah Paulus itu orang yang bernama Bulus?

Anggapan nama Paulus muncul dalam ajaran Islam berasal dari penafsiran terhadap tafsir Ibnu Katsir. Tapi, sosok yang bernama Bulus dalam tafsir Ibnu Katsir dicitrakan positif.

  • Paulus (tafsir yang benar terhadap Alkitab): positif.
  • Bulus (tafsir Ibnu Katsir): positif.
  • Paulus versi bid’ah Kristen Liberal golongan Harnack: negatif.
  • Paulus versi ajaran Islam: negatif. (Pasti negatif karena sumber Paulus versi ajaran Islam ini adalah ajaran bid’ah Harnack yang menyalahtafsirkan tulisan-tulisan Paulus)

Contoh:

Aktivis dakwah agama Islam banyak yang menuduh Paulus mengajarkan 3 tuhan kepada umat Al-Masih. Sumber dari ajaran ini adalah ajaran bid’ah Kristen Liberal Harnack (bukan Al Qur’an dan bukan Hadith). Anehnya, para pemeluk Islam-Harnack ini tidak pernah membaca tulisan Paulus dalam surat Paulus kepada jemaat Al-Masih di kota Korintus: “Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa”.

Sedangkan mengenai hal memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, kita tahu bahwa “sebenarnya tidak ada berhala di dunia ini dan tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa.” (1 Korintus 8:4)

Fitnah dari golongan Harnack ditelan mentah-mentah oleh para aktivis dakwah karena ketidakmampuan mereka mencerna Alkitab secara benar. Akibatnya, begitu mudah disesatkan oleh bid’ah Kristen Liberal sehingga turut memfitnah dan mencaci maki Paulus. Kasihan yaaa…  T_T

Saat menuliskan nama “Paulus” ke dalam huruf Arab, terdapat masalah, yaitu: huruf Arab tidak kenal konsonan “p”. Akibatnya, untuk menuliskan kata “Paulus” ditulisan “Baulus” (Arab gundul: بولس). Arab gundul بولس dapat dibaca

  1. “Baulus” (bila mengikuti vokal dari nama Latin “Paulus”)
  2. “Bulus” (cara baca Arab).

Secara kebahasaan, sangat mungkin sekali yang dimaksudkan oleh Ibnu Katsir adalah Paulus.

Namun tafsir Ibnu Katsir nampaknya kurang memahami sejarah umat Al-Masih abad 1 Masehi, sebab tafsir tersebut menuliskan bahwa orang bernama Bulus (بولس) diutus oleh Isa Al-Masih ke Antiokhia.

Qatadah bin Di’amah mengklaim bahwa mereka adalah utusan dari Al-Masih, pbuh, yang dikirim kepada orang-orang Antiokia.

Padahal kedatangan Paulus ke Antiokhia sebagai rasul baru terjadi lebih kurang 10 tahun setelah Isa diangkat oleh Allah ke surga. Sebab, Paulus diangkat oleh para hawariyyun untuk menduduki jabatan rasul baru pada dasawarsa 40-an Masehi dalam Sidang Para Pemimpin umat Al-Masihh generasi pertama (Kisah 15). Walau tafsir Ibn Katsir tersebut kurang tepat dalam hal sejarah umat Al-Masih abad 1 Masehi, namun Paulus (بولس) dalam tafsir Ibnu Katsir memperlihatkan Paulus sebagai sosok yang bercitra positif, yaitu mendakwahkan Injil dan ke-esa-an Allah. Hal ini sesuai dengan tulisan Paulus dalam 1 Korintus 8:4.

Sedangkan mengenai hal memakan makanan yang dipersembahkan kepada berhala, kita tahu bahwa “sebenarnya tidak ada berhala di dunia ini dan tidak ada Tuhan selain Allah Yang Esa.” (1 Korintus 8:4)

Penolakan aktivis dakwah agama Islam bahwa Paulus adalah بولس dalam tafsir Ibn Katsir disebabkan mempunyai pandangan yang keliru terhadap Paulus, yaitu: mengira Paulus mendakwahkan 3 tuhan. Pandangan keliru para aktivis dakwah agama Islam ini disebabkan karena mengikuti secara membabibuta ajaran ahlul bid’ah Harnack, seorang tokoh besar dari bid’ah Kristen Liberal.

Dampak dari membebek opini Harnack tidak berhenti hanya sampai fitnah terhadap Paulus, melainkan juga caci maki terhadap Paulus. Saya sudah berkali-kali berbincang dengan aktivis dakwah agama Islam yang mencaci-maki  Paulus, misal, Paulus Akal Bulus, Paulshit, dan masih banyak lagi caci maki lainnya. Tidak ada pengikut Isa Al-Masih abad 1 Masehi yang difitnah dan dicaci-maki melebihi Paulus… Semua itu berkat Harnack dan sikap membebek aktivis agama Islam kepada Harnack. Kasihan banget ya… Benar sekali peribahasa Indonesia “Tak kenal maka tak sayang”.

Ketiadaan huruf “P” pada aksara Arab menyebabkan nama “Paulus” dituliskan بولس yang dapat dibaca ”Baulus” dan “Bulus”.  Saat masuk ke Indonesia, para pemfitnah Paulus lantas memplesetkan kata بولس  ‘Bulus’ menjadi “Akal Bulus”. Begitu suksesnya bid’ah Harnack merasuk ke dalam umat beragama Islam, dan inilah salah satu bukti kesuksesan infiltrasi bid’ah Kristen Liberal tersebut.

Asal nama Paulus adalah nama marga

Nama Paulus adalah nama Romawi Paulus. Nama Yahudi Paulus adalah Saul. Saul dipanggil Paulus bukan karena berganti nama. Tapi karena Paulus adalah nama keluarga atau nama marga dalam catatan kewarganegaraan Romawi. Beberapa suku di luar Jawa yang menggunakan nama marga akan lebih mudah memahami hal ini.

Israel abad 1 Masehi adalah wilayah Romawi. Orang-orang Israel ada yang kemudian menjadi warga negara Romawi. Dalam catatan kependudukan Romawi, digunakan penulisan nama Romawi, yaitu terdiri dari 3 bagian, yaitu:

  • praenomen, yaitu nama diri yang diberikan oleh orangtua setelah lahir;
  • nomen, yaitu nama suku;
  • cognomen, yaitu nama marga/ keluarga.

“Paulus” adalah cognomen atau nama keluarga/ marga. Orang lain yang bermarga sama dengan Paulus adalah Sergius Paulus dalam Kisah 13:7. Untuk membedakan antara keduanya, maka Sergius Paulus disebutkan bersamaan dengan nomen (nama tengah, nama suku/ daerah asal).

Saat Saul atau Saulus menggunakan nama “Paulus”, dia tidak berganti nama. Saul atau Saulus adalah praenomen, sedangkan Paulus adalah cognomen. Penyebutan cognomen adalah wajar dalam konteks budaya Romawi sebagai panggilan orang dewasa. Panggilan Praenomen adalah panggilan akrab yang hanya digunakan oleh orang-orang yang sangat dekat saja.

Nama marga atau nama fam “Paulus” (بولس “Baulus, Bulus”) tidak diberikan oleh Isa Al-Masih. Nama ini diperolehnya dari orangtuanya karena dia lahir dalam marga/ fam yang bernama “Paulus”. Nama marga ini adalah nama marga dalam kewarganegaraan Romawi, sebab Paulus terdaftar sebagai warga negara Romawi. Sungguh keliru bila mengira nama ”Paulus” (بولس “Baulus, Bulus”) diberikan oleh Isa Al-Masih. Kalimat “Yesus menamainya dengan Bulus” sebenarnya adalah fitnah guna memberi kesan seolah-olah Isa Al-Masih menyebut Paulus secara negatif, karena kata “Bulus” diplesetkan dan dikonotasikan negatif dalam asosiasinya dengan akal bulus. Fitnah ini adalah buah tidak langsung dari infiltrasi bid’ah Kristen Liberal Harnack ke dalam ajaran Islam abad 20.

Dengan membandingkan citra positif nama ”Paulus” (بولس “Baulus, Bulus”)  dalam tafsir Ibnu Katsir dengan citra negatif nama ”Paulus” (بولس “Baulus, Bulus”) dalam ajaran Islam-Harnack, maka kita dapat melihat adanya distorsi dalam ajaran Islam-Harnack… bukti kesuksesan infiltrasi bid’ah Harnack ke dalam ajaran Islam abad 20 dan 21.

Simpulan

  1. Ketiadaan huruf “P” pada aksara Arab menyebabkan nama “Paulus” dituliskan بولس yang dapat dibaca ”Baulus” dan “Bulus”
  2. Citra Paulus dalam tafsir Ibnu Katsir dan dalam tafsir terhadap Alkitab bercitra positif, sedangkan citra Paulus dalam tafsir Islam-Harnack sangat negatif, yaitu difitnah mengajarkan 3 tuhan dan bahkan membuahkan caci maki dan hujatan terhadap Paulus.
  3. Tafsir Islam-Harnack membuktikan kesuksesan infiltrasi ajaran bid’ah Kristen Liberal (khususnya bid’ah Harnack) ke dalam ajaran Islam.
  4. Nama Paulus (bhs Arab: بولس “Baulus/ Bulus”) tidak diberikan oleh Isa Al-Masih. Nama “Paulus” adalah nama marga atau nama fam.
  5. Bid’ah Harnack lahir pada tahun 1901 dan berkembang pesat dalam umat Islam pada sekitar paruh kedua abad 20
  6. Paulus (bhs Arab: بولس “Baulus/ Bulus”) tidak pernah disebutkan dalam Al Qur’an dan Hadith, dan hanya muncul dalam nuansa positif dalam tafsir Ibnu Katsir.

Kata kunci: Paulus, بولس Baulus/ Bulus, fitnah terhadap Paulus, Islam-Harnack, Adolph von Harnack