Category Archives: Lukas 19

Murtad dari Isa Al-Masih tidak dibunuh, tapi dimasukkan neraka

Tema: menjelaskan bahwa seorang yang murtad dari Isa hukumnya tidak dibunuh, melainkan diberi kesempatan untuk kembali kepada Isa Al-Masih.

Tanya

Bible mewajibkan Hukuman Bunuh bagi orang yg Murtad dari Kristen ,..so masalahnya dimana?

“… Janganlah engkau merasa sayang kepadanya (orang yang murtad);janganlah mengasihani dia dan janganlah menutupi salahnya.”

“Tetapi bunuhlah dia: Pertama-tama tanganmu sendirilah yang bergerak untuk membunuh dia …” (Injil -Ulangan 13: 8,9).

Ini contoh Ajaran Kasih yg ditutup tutupi:

Potong kaki dan tangan orang yang menyesatkan ke arah dosa (Matius 18:8-9)

(4) Bunuhlah manusia yang tidak mendengarkan perkataan imam
Orang yang berlaku terlalu berani dengan tidak mendengarkan perkataan imam yang berdiri di sana sebagai pelayan TUHAN, Allahmu, ataupun perkataan hakim, maka orang itu harus mati. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.. (Ulangan 17:12 )

Jawab

Ulangan bukan Injil

Ulangan bukan kitab Injil, Coy! Ulangan itu bukan Injil, melainkan Taurat. Kalau Ulangan itu Taurat, sedangkan Matius itu Injil.

Kalau mau bikin tafsiran plesetan, sebaiknya punya dasar Alkitab yang lumayanlah, agar tidak malu-maluin, karena tafsir plesetan tersebut langsung ketahuan bohongnya dengan sekali baca sepintas lalu.

Dasarnya harus tahu bahwa Alkitab terdiri dari 2 syari’at utama, yaitu: Taurat dan Injil. Ada 2 payung hukum, yaitu payung Taurat dan payung Injil. Orang yang berada di bawah payung Injil tak berada di bawah payung Taurat, dan orang yang di bawah payung Taurat tak dibawah payung Injil.

Nah, hukum bunuh itu ada dalam syari’at Taurat…. Orang yang ada di bawah syari’at Taurat terikat dengan hukum ini. Hukum ini tidak mengikat orang yang berada di bawah payung syari’at Injil.

Saya sendiri punya beberapa teman yang murtad dari Isa Al-Masih (misalnya, ada yang karena dihamili), tapi sampai sekarang mereka masih hidup tuh. Hukum Kasih dalam Injil tidak mengijinkan umat Al-masih untuk membunuh seorang yang murtad dari Isa Al-Masih. Anda juga bisa melihat beberapa tokoh yang murtad dari Isa Al-Masih dan masih hidup sampai sekarang. Dalam Injil, orang yang menolak Isa Al-Masih tidak dihukum pada saat mereka hidup pada jaman ini, tapi nanti pas pada hari Penghakiman (Lukas 19:27).

Akan tetapi semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku. (Lukas 19:27)

Pada saat yang diceritakan oleh Injil Lukas 19:27, Isa Al-Masih menjadi Hakim Yang Adil bagi seluruh umat manusia dan, atas seizin Allah, menentukan siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka (Matius 25:32), siapa yang hidup abadi dalam surga dan siapa yang mati abadi dalam neraka.

Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing. (Matius 25:32)

Seorang yang murtad dari Isa masih diberi kesempatan untuk kembali kepada Isa Al-Masih, sepanjang ia belum menghujat Dzat Allah alias Ruhul Qudus (Ruhul Qudus adalah Dzat Allah, Ruhul Qudus bukan malaikat Jibril dan juga bukan Khomeini).

Sabda Isa: akan tiba saatnya setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. (Yohanes 16:2b). Sumber info: krjogja.com

Matius 8:8-9

Matius 8:8-9 itu menggunakan majas hiperbola. Tahu kan tentang majas hiperbola? Tahu lah, itukan pelajaran jaman SMP.

Majas hiperbola adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan menggunakan kata – kata yang lebih hebat pengertiannya. Tujuan dari majas hiperbola ini adalah untuk mendapatkan perhatian lebih dari orang yang membaca kalimat tersebut.

Majas hiperbola yang digunakan oleh Isa Al-Masih itu tidak bermakna seperti yang tafsiran konyol yang Anda ikut itu, melainkan berarti jangan berbuat dosa. Susah dimengerti dengan majas hiperbola itu? Ambil analogi sederhana: pas suami sering pulang jam 2 pagi, istrinya bilang “Jangan pulang sekalian!”. Hal itu tidak berarti istrinya menghendaki suaminya tidak pulang, tapi arti dari majas hiperbola itu adalah: jangan pulang malam melulu dong.

Sebenarnya tafsiran plesetan macam di atas itu hanya “hiburan yang menggelitik pinggang” bagi orang yang setidaknya ngerti lah isi Alkitab, meski sedikit; dan malah tafsiran plesetan semacam itu bagai corong yang mengumumkan kebodohan si penafsir plesetan itu. Bodoh kok dipamerkan? Bodoh kok diikuti? Bodoh kok dibanggakan?

Jadi masalahnya dimana? Masalahnya tafsir plesetan itu bodohnya kebangetan! Bukan hanya tidak tahu bahwa Ulangan itu Taurat, bukan Injil; tapi juga tidak tahu mengenai majas hiperbola. Kadang-kadang saya heran dengan orang-orang yang bisa dengan mudahnya percaya begitu saja dengan tafsiran yang terlalu jelas kesalahannya semacam itu. Kok bisa ya?

Kesimpulan

  1. Murtad dari Isa Al-Masih tidak menghasilkan hukuman mati pada jaman ini, tapi akan menghasilkan hukuman mati pada hari penghakiman; hukuman mati tersebut adalah masuk neraka.
  2. Tidak dibunuhnya seorang yang murtad adalah dalam rangka memberinya kesempatan untuk kembali kepada Isa Al-Masih, sepanjang belum menghujat Dzat Allah alias Ruhul Qudus alias Roh Kudus.
  3. Ruhul Qudus adalah Dzat Allah, bukan malaikat Jibril dan bukan Ayatollah Khomeini.
  4. Seyogyanya umat beragama Islam tidak mudah percaya pada tafsir. Ujilah tafsir tersebut sebelum menganggap suatu tafsir sebagai kebenaran.

Kata kunci: Lukas 19:27,  Matius 8:8-9, Matius 25:32, Ulangan 13:8-9, Matius 18:8, Ulangan 17: 12, murtad tidak dibunuh, murtad – tobat, murtad – neraka