Category Archives: Wahyu 7

Umat Al-Masih dari segala bangsa, suku, kaum, & bahasa dijamin masuk surga

Tema: Alkitab menjelaskan bahwa umat Al-Masih dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa dijamin masuk surga. Umat Al-Masih tak terbatas pada satu golongan agama tertentu. Beragama apapun selama mengikuti Isa maka juga dijamin masuk surga.

Tanya

Kitab Wahyu Pasal 7 Ayat ke-4 sampai dengan ayat ke-8 (Wahyu 7:4-8)

Alkitab menyebutkan bahwa kelak, pengikut Yesus yang masuk sorga hanya 144.000 orang, dan itupun hanya dari kalangan 12 suku bangsa Israel saja. Artinya, selain atas bangsa Israel, Yesus tidak akan bersedia mempertanggung jawabkan “hasil akhir” dari tugas-tugas kerasulannya kepada Tuhan. Demikian menurut Alkitab.

Merujuk angka 144.000 ini, timbullah sebuah pertanyaan sangat serius di benak kita; bagaimana dengan nasib umat Kristen bukan bangsa Israel yang jumlahnya sedemikian banyak di muka bumi ini? Akankah mereka masuk sorga seperti apa yang mereka yakini selama ini?

Jawab

Manipulasi tafsir Alkitab di atas dilakukan dengan membaca ayat sampai ayat ke-8 saja. Kenapa ayat 9 Anda sembunyikan? Kenapa menyembunyikan ayat Allah? Sebab jawaban terhadap pertanyaan fitnah itu ada pada ayat yang ke-9.

4 Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel.

5 Dari suku Yehuda dua belas ribu yang dimeteraikan, dari suku Ruben dua belas ribu, dari suku Gad dua belas ribu,

6 dari suku Asyer dua belas ribu, dari suku Naftali dua belas ribu, dari suku Manasye dua belas ribu,

7 dari suku Simeon dua belas ribu, dari suku Lewi dua belas ribu, dari suku Isakhar dua belas ribu,

8 dari suku Zebulon dua belas ribu, dari suku Yusuf dua belas ribu, dari suku Benyamin dua belas ribu.

9 Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya dari segala bangsa, suku, kaum, dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. (Wahyu 7:4-9)

Umat Al-Masih selain yang 144.000 itu tergolong dalam kumpulan besar yang tak terhitung banyaknya yang tercantum dalam ayat 9.

Apakah umat Al-Masih selain bani Israel pasti masuk surga? Tercantum secara jelas pula dalam Wahyu 7:9 yang menyatakan bahwa kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya itu berasal dari segala bangsa, segala suku, segala kaum, dan segala bahasa. Demikianlah menurut Alkitab, yaitu Wahyu 7:4-9.

Bid'ah Saksi Yehova mengajarkan hanya 144.000 orang saja yang masuk surga. Pendapat ini ditentang keras oleh umat Al-Masih, sebab tak sesuai Alkitab.

Bid’ah Saksi Yehova mengajarkan hanya 144.000 orang saja yang masuk surga. Pendapat ini ditentang keras oleh umat Al-Masih, sebab tak sesuai Alkitab.

Tafsir seperti yang Anda sebutkan itu sumbernya dari pengajaran bid’ah Saksi Yehova. Bid’ah ini mengajarkan bahwa hanya 144.000 orang yang masuk surga. Doktrin bid’ah Saksi Yehova lantas diadopsi dalam situs-situs dakwah agama Islam. Entah kenapa situs-situs tersebut dengan sukarela mempublikasikan tafsir akrobatik bid’ah Saksi Yehova.

Simpulan

Alkitab menyebutkan bahwa umat Al-Masih yang berasal dari segala bangsa, segala suku, segala kaum, dan segala bahasa akan masuk surga bersama Sang Junjungan Isa Al-Masih.


Kata kunci: Saksi Yehova dikutip aktivis dakwah Islam, 144000 orang, kumpulan besar orang yang tak terhitung banyaknya dari berbagai bangsa

Surga menurut Alkitab

Tema: mendeskripsikan secara garis besar mengenai surga menurut Alkitab

Tanya

Bagaimana surga menurut Alkitab?

Jawab

Suatu tempat di mana umat Allah akan memuji dan memuliakan Allah dengan suara nyaring secara abadi selama-lamanya tanpa kenal putus, tanpa kenal lelah, tanpa kenal bosan. Umat tersebut memuji Allah bersama-sama para malaikat. Tak terhitung banyaknya umat manusia di surga yang memuliakan Allah, sehingga menimbulkan suara menggemuruh bagai air bah. Kumpulan besar manusia tersebut berasal dari berbagai suku, bangsa, kaum, dan bahasa. Mereka memuliakan Allah dengan bahasa daerah mereka masing-masing, sehingga segala bahasa memuliakan Allah.

Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: “Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja. (Wahyu 19:6)

9  Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.

10  Dan dengan suara nyaring mereka berseru: “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!”

11  Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah,

12  sambil berkata: “Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!” (Wahyu 7:9-12)

Di surga tidak ada pernikahan, tidak ada hubungan sex, dan tidak ada bidadari yang melayani nafsu syahwat. Tidak ada hawa nafsu.

35  tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan. (Lukas 20:35)

Semua orang yang masuk surga ada untuk memuji dan memuliakan Allah selama-lamanya, sehingga tujuan utama Allah pun terpenuhi sepenuhnya.

Rindu memuliakan Allah selama-lamanya tanpa kenal jeda dan sela? Mari kita masuk surga....

Rindu memuliakan Allah selama-lamanya tanpa kenal jeda dan sela? Mari kita masuk surga….

Para pelacur yang masuk surga adalah para pelacur yang telah beriman dan bertobat, dengan kata lain, para mantan pelacur. Mereka ada di surga juga untuk memuji dan memuliakan Allah, sebab kasih karuniaNya dan ampunanNya yang besar.

28 “Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur.

29 Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.

30 Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab: Aku tidak mau. Tetapi kemudian ia menyesal lalu pergi juga.

31 Siapakah di antara kedua orang itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka: “Yang terakhir.” Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.

32 Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu, dan kamu tidak percaya kepadanya. Tetapi pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal (pelacur) percaya kepada Yohanes. Dan meskipun kamu melihatnya, tetapi kemudian kamu tidak menyesal dan kamu tidak juga percaya kepadanya.” (Matius 21:28-32)

Setiap orang di surga akan bersukacita dalam sukacita Ilahi, bukan sukacita hawa nafsu. Sukacita itu adalah sukacita yang timbul karena memuliakan Allah tanpa kenal putus. Setiap orang adalah kudus dan suci, seperti malaikat.

Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah “anak-anak Allah”, karena mereka telah dibangkitkan. (Lukas 20:36)

Tidak ada penderitaan, dukacita, penyakit, kesakitan, ratapan, dan air mata.

Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka.” (Wahyu 7:17)

Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. (Wahyu 21:4)

Tidak ada perang, tidak ada kerusuhan, tidak ada huru-hara, dan tidak ada pertikaian (ayat Wahyu 12:7-9 seharusnya diterjemahkan “Maka timbullah peperangan di alam ruh”).

17  Di sanalah orang fasik berhenti menimbulkan huru-hara, di sanalah mereka yang kehabisan tenaga mendapat istirahat. (Ayub 3:17)

Tidak ada tawanan, tidak ada perbudakan, tidak ada manusia yang menjadi hamba manusia lain.

18 Dan para tawanan bersama-sama menjadi tenang, mereka tidak lagi mendengar suara pengerah.

19 Di sana orang kecil dan orang besar sama, dan budak bebas dari pada tuannya. (Ayub 3:18-19)

Tidak ada lagi kematian.

36  Sebab mereka tidak dapat mati lagi; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah “anak-anak Allah“, karena mereka telah dibangkitkan. (Lukas 20:36)

Tidak ada lagi kelaparan dan kehausan.

16  Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. (Wahyu 7:16)

Simpulan

Surga menurut Alkitab adalah suatu tempat di mana umat Allah akan memuji dan memuliakan Allah dengan suara nyaring secara abadi selama-lamanya tanpa kenal putus, tanpa kenal lelah, tanpa kenal bosan.


Kata kunci: surga menurut Alkitab, surga menurut umat Al-Masih