Tag Archives: agama Islam apakah diskriminatif

Islam agama diskriminatif?????????

Tema: Apakah agama Islam itu agama diskriminatif atau tidak, serta kaitannya dengan kampanye diskriminasi SARA dari salah satu kubu Pemilu Kada yang memberi kesan sangat kuat bahwa Islam adalah agama diskriminatif.

Tanya

Tafsir Al Qur’an yang ditanamkan dalam masyarakat adalah bahwa warga negara Indonesia yang beragama Islam dilarang memilih pemimpin yang tidak beragama Islam. Tafsir ini sangat sangat sangat eksplisit dalam Pemilu Kada DKI, disampaikan oleh para tokoh agama agama Islam, salah satunya Rhoma Irama, dan menimbulkan kesan seoleh Islam adalah agama diskriminatif, bila melihat dari pernyataan-pernyataan tokoh agama Islam itu.

Memilih pemimpin bukan hanya soal politik, tapi sudah termasuk ibadah, (baca ayat) hai orang-orang yang beriman jangan sekali-sekali kau mengangkat pemimpin dari orang-orang kafir disamping orang-orang yang beriman, (ayat lagi) kalau memilih pemimpin yang nonmuslim maka sanksinya adalah mendapat azab dari Allah SWT.

Diperbolehkan menggunakan yang namanya SARA, diperbolehkan oleh yang namanya dewan pembina KPU Prof DR Jimly Ashiddiqie. Kenapa? karena ini zaman keterbukaan, karena ini zaman demokratisasi, tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Rakyat, umat harus dijelaskan siapa calon pemimpin mereka, maka SARA dibenarkan.

Dalam hal ini ada dua kandidat kita, buka siapa kandidat ini biar umat mengerti, biar umat tahu. Yang pertama, Fauzi Bowo dan Nachrowi. Fauzi Bowo Gubernur dan Nachrowi Wakil Gubernur, Fauzi Bowo Muslim, Nachrowi Muslim, Fauzi Bowo Betawi, Nachrowi Betawi. Harus jelas ini jaman keterbukaan. Calon kedua, Jokowi sama Ahok. Jokowi Muslim, tapi orang tuanya Kristen, suku bangsanya Jawa. Ahok suku bangsanya Cina, agamanya Kristen. Ini harus dijelaskan bahwa siapa pemimpin agar kita memilih pemimpin tidak seperti beli kucing dalam karung.

Waktu tahun 72 saya pergi ke Singapura untuk mengikuti ASEAN Pop Festival. Dan juara Pop Singer Asia Tenggara adalah Rhoma Irama. Di sana saya ngobrol-ngobrol, saya diminta tolong sampaikan hati-hati bahayanya salah Gubernur, saya khawatir Jakarta jadi Singapuranya Indonesia. Dulu Singapura ini wilayah Malaysia, tapi setelah dikepung secara ekonomi, dikuasai secara politik, maka Singapura memisahkan diri menjadi negara sendiri. Negara yang tadinya wilayah Melayu jadi negara Cina, dari negara Muslim menjadi negara Kristen, innalillahi.

Saya tahun 72 sudah diingatkan oleh Tengku Ghazali Ismail kasih tahu orang Islam hati-hati. Maka ketika sekarang terjadi, saya merinding. Jangan-jangan sinyalemen dari Ghazali Ismail sebentar lagi akan terjadi, kalau umat Islam tidak bersatu, kalau umat Islam tidak menyadari hal ini, bukan mustahil sinyalemen Ghazali Ismail akan terjadi.

Karena yang namanya Jokowi ini hanya batu loncatan saja. Oke dia menyelesaikan beberapa periode sebagai gubernur, tapi setelah beliau siapa yang jadi Gubernur? Ahok? Kalau sudah Ahok yang seorang nonpribumi menjadi Gubernur di Jakarta Ibu Kota Indonesia, maka martabat bangsa tergadaikan citra binasa tercabik-cabik.

Kalau sudah seorang Kristen memimpin Ibu Kota Jakarta, negara yang mayoritas Muslim ini maka umat Islam menanggung aib besar di mata dunia internasional, Inalillahi. Saya tahu banyak umat Muslim yang mengidolakan Jokowi, saya tahu betul, betul, karena memang beliau orangnya, menurut mereka dia sabar, santun, ini, itu, idola banget deh. Tapi inget Jokowi hanya batu loncatan nanti yang berkuasa adalah Ahok yang non muslim, Ahok yang cina, Ahok yang Kristen, inalillahi, naudzubillah min dzalik.

Sekedar ini yang bisa saya sampaikan, mohon nanti disampaikan pada semua umat Islam yang tidak hadir di sini, kepada saudara kita, teman-teman kita, tetangga kita, pengalaman saya di Singapura tolong disampaikan jangan sampai tragedi di Malaysia, Singapura menjadi negara sendiri, jadi negara Cina, yang negara kafir. Semoga Jakarta dilindungi Allah SWT dari cengkraman nonpribumi dari cengkraman kafir, Amin Ya Robbal Allamin.

Selain diskriminasi Islami oleh da’i kondang Rhoma Irama yang didukung oleh Majelis Ulama Indonesia, masih ada contoh-contoh kasus lain yang terkait dengan diskriminasi Islami, contohnya:

Contoh kasus diskriminasi Islami yang terjadi di Lenteng Agung, Jakarta, Agustus 2013.

Contoh kasus diskriminasi Islami yang terjadi di Lenteng Agung, Jakarta, Agustus 2013.

Terkait dengan diskriminasi tersebut di atas, pertanyaan saya adalah:

  1. Apakah Anda menganut agama yang mendiskrimasi hak-hak warga negara atas dasar SARA?
  2. Apakah agama Anda diskriminatif?
  3. Andai Anda menjawab “Tidak”, mengapa para alim ulama agama yang Anda anut itu terus-menerus mengajarkan bahwa agama yang Anda anut itu diskriminatif?
  4. Andai Anda menjawab “Tidak”, mengapa sebagian umat Islam melakukan tindakan diskriminasi Islami? Bagaiamana tanggapan Anda terhadap doktrin dan praktek diskriminasi Islami?
  5. Mungkinkan umat beragama Islam menjadi umat yang anti-diskriminasi SARA? Bila Anda menjawab “mungkin”, bagaimana cara yang terpikir oleh Anda?
  6. Bagaimana cara Anda untuk membuktikan bahwa kesan “Islam adalah agama diskriminatif” itu adalah kesan yang keliru manakala diskriminasi diserukan, dipraktekkan, dan bahkan diteladankan oleh para tokoh agamanya dengan mendasarkan dalilnya pada kitab suci?
  7. Bagaimana cara Anda “melawan” doktrin diskriminatif yang ditaburkan oleh para tokoh agama Anda?
  8. Adil itu tidak diskriminatif dan diskriminatif itu tidak adil. Setujukah Anda bahwa keadilan diskriminatif adalah omong kosong kontradiktif? Apa alasan Anda untuk mengatakan setuju atau tidak setuju?

Jawab


Kata kunci: agama Islam apakah diskriminatif, praktek agama Islam, perkawinan agama Islam dan politik