Tag Archives: Yohanes 1:1-3

Kenapa Isa disebut Kalam Allah?

Tema: Ada banyak anggapan kenapa Isa disebut Kalam Allah. Dengan menarik paralelisasinya dengan penyebab Kitab Allah disebut Kalam Allah, maka kita dapat menemukan penyebab yang benar.

Tanya

Tolong jelaskan dengan logika sederhana, kenapa Isa kalam Allah sedangkan Musa tidak, padahal Allah berbicara kepada mereka berdua?

Jawab

Musa dan manusia Isa, keduanya sama-sama berbicara dengan Allah.

Musa tidak pernah disebut “Musa Kalam Allah”, sedangkan Isa disebut “Isa Al-Masih Kalam Allah”.

Maka, hal ini berarti, Isa disebut “Isa Al-Masih Kalam Allah” bukan karena Allah berbicara dengan manusia Isa. Sebab, andai hanya karena Allah berbicara dengan manusia Isa maka Isa disebut “Isa Al-Masih Kalam Allah”, maka Musa seharusnya juga disebut “Musa Kalam Allah”, begitu pula semua nabi dan rasul yang pernah berbicara dengan Allah juga seharusnya disebut dengan rumus [nama nabi/ rasul] + Kalam Allah. Andai hanya karena Allah berbicara dengan seseorang maka seseorang tersebut disebut “Seseorang Kalam Allah”,maka seharusnya ada Musa Kalam Allah, Daud Kalam Allah, Sulaiman Kalam Allah, dsb.

Namun, kenyataannya tidak demikian. Hanya Isa yang disebut “Isa Kalam Allah”.

Kalau begitu, sebutan “Isa Kalam Allah” tidak disebabkan Allah berbicara dengan manusia Isa.

Selain itu, semua nabi dan rasul menyampaikan Kalam Allah. Tapi hanya Isa yang disebut “Isa Kalam Allah”.

Maka ini berarti Isa disebut “Isa Kalam Allah” bukan karena menyampaikan Kalam Allah. Sebab, andai hanya karena menyampaikan kalam Allah maka Isa disebut “Isa Al-Masih Kalam Allah”, maka Musa seharusnya juga disebut “Musa Kalam Allah”, begitu pula semua nabi dan rasul yang menyampaikan kalam Allah juga seharusnya disebut dengan rumus [nama nabi/ rasul] + Kalam Allah. Andai hanya karena menyampaikan kalam Allah maka seseorang tersebut disebut “Seseorang Kalam Allah”,maka seharusnya ada Musa Kalam Allah, Daud Kalam Allah, Sulaiman Kalam Allah, dsb.

Namun, kenyataannya tidak demikian. Hanya Isa yang disebut “Isa Kalam Allah”.

Kalau begitu, sebutan “Isa Kalam Allah” tidak disebabkan manusia Isa menyampaikan Kalam Allah.

Kalau begitu, apakah arti dari “Isa Al-Masih adalah Kalam Allah”, bila artinya bukan “Allah berbicara dengan makhluk manusia Isa” dan bila artinya bukan “Isa menyampaikan Kalam Allah”?

Untuk menjawab pertanyaan ini, maka kita perlu melihat paralelisasi hal tersebut dengan apa yang juga disebut “Kalam Allah”.

Selain Isa, ada lagi yang disebut dengan rumus “X Kalam Allah”, yaitu Kitab Allah. Misal, Taurat Kalam Allah, Injil Kalam Allah, dan – Anda percaya – Al Qur’an Kalam Allah. Dari sini kita tarik generalisasi:

Kitab Allah Kalam Allah.

Kitab Allah adalah Kalam Allah

Apakah arti dari kalimat “Kitab Allah adalah Kalam Allah”?

Arti kalimat “Kitab Allah adalah Kalam Allah” ada 2, yaitu:

  1. Kitab Allah adalah Kalam Huduth yang makhluk. (hurufnya, pengucapannya, bukunya, covernya, dsj).
  2. Hakikat Kitab Allah adalah Kalam Qodim, yaitu Ilmu Allah, yang bukan makhluk.

Selanjutnya, kitab Allah kita wakili dengan variabel X, sehingga generalisasi tersebut menjadi formula:

X adalah Kalam Allah

Kalau begitu, arti dari rumusan “X adalah Kalam Allah” adalah

  1. wujud X yang terindra adalah Kalam Huduth yang makhluk
  2. hakikat X yang tak terinda adalah Kalam Qodim.

Sekarang kita bandingkan kesejajaran kalimat “Kitab Allah adalah Kalam Allah” dengan kalimat “Isa Al-Masih adalah Kalam Allah”.rel kereta api

(i) Kitab Allah adalah Kalam Allah

(ii) Isa Al-Masih adalah Kalam Allah

Pada kalimat (i), nilai X adalah Kitab Allah.
Pada kalimat (ii), nilai X adalah Isa Al-Masih.

Masukkan Isa Al-Masih dalam makna rumusan “X adalah Kalam Allah”. Maka, kalimat “Isa Al-Masih adalah Kalam Allah” berarti:

  1. Makhluk manusia Isa adalah Kalam Huduth yang makhluk. (hurufnya, pengucapannya, bukunya, covernya, dsj).
  2. Hakikat Isa Al-Masih adalah Kalam Qodim, yaitu Ilmu Allah, yang bukan makhluk.

Makna yang pertama terlihat dalam Yohanes 1:14; Makna yang kedua terdapat dalam Yohanes 1:1-3.

Kalau begitu, disebabkan oleh apakah sehingga Isa disebut “Isa Al-Masih Kalam Allah” sedangkan Musa tidak?

Kitab Allah disebut Kalam Allah karena kitab Allah adalah Kalam Allah yang nuzul menjadi kitab.

Isa Al-Masih disebut Kalam Allah karena Isa Al-Masih adalah Kalam yang nuzul menjadi manusia (Yoh 1:14).

Kalam Allah tidak nuzul menjadi Musa, sehingga Musa tidak disebut Musa Kalam Allah

Demikian penjelasan saya mengenai logika sederhana iman Al-Masih yang saya anut hampir dua dasawarsa ini. Bila ada pertanyaan boleh diajukan kepada saya.

Simpulan

  1. Andai hanya karena berbicara dengan Allah dan hanya karena menyampaikan kalam Allah maka Isa disebut “Isa Kalam Allah”, maka Musa dan semua Nabi seharusnya juga disebut “Musa Kalam Allah” atau “[nama nabi] Kalam Allah”. Faktanya, Musa dan para nabi lainnya tidak disebut demikian. Ini berarti penyebutan “Isa Kalam Allah” bukan disebabkan manusia Isa berbicara langsung dengan Allah dan juga bukan disebabkan manusia Isa menyampaikan Kalam Allah.
  2. Isa disebut “Isa Kalam Allah” karena Isa adalah Kalam yang nuzul menjadi manusia, sebagaimana kitab Allah disebut “[kitab Allah] Kalam Allah” karena kitab Allah adalah Kalam yang nuzul menjadi kitab.
  3. Musa tidak disebut “Musa Kalam Allah” karena Musa bukan Kalam yang nuzul menjadi manusia.

Kosa kata:

  • Qodim: adanya tidak didahului oleh ketiadaan
  • Huduth: adanya relatif baru terhadap qodim, adanya didahului ketiadaan

Kata kunci: Isa Kalam Allah, Isa Ilmu Allah, Kalam nuzul ke dunia, Musa, paralelisasi Isa Kalam Allah dan Al Qur’an Kalam Allah

Ilmu Allah bukan makhluk & ada sebelum makhluk

Tema: menguraikan secara singkat bahwa Ilmu Allah bukan makhluk & ada sebelum makhluk

Tanya

Ilmu Allah yang seperti apa yang dimaksud oleh Anda?

Jawab

Ilmu Allah yang saya maksudkan adalah Ilmu Allah yang disebutkan dalam Yohanes 1:1-3.

Yohanes Sang Hawariyyun, satu dari tiga pemimpin umat Al-Masih perdana abad pertama, banyak menulis mengenai Ilmu Allah yang nuzul menjadi manusia Isa Al-Masih. Kriteria kitab masuk alkitab harus berasal dari jaman sebelum Yohanes wafat. Dengan demikian, wafat Yohanes menjadi salah satu tonggak penentu suatu Injil tergolong asli atau palsu.

Yohanes Sang Hawariyyun, satu dari tiga pemimpin umat Al-Masih perdana abad pertama, banyak menulis mengenai Ilmu Allah yang nuzul menjadi manusia Isa Al-Masih. Kriteria kitab masuk alkitab harus berasal dari jaman sebelum Yohanes wafat. Dengan demikian, wafat Yohanes menjadi salah satu tonggak penentu suatu Injil tergolong asli atau palsu.

1 Ilmu Allah telah ada dari mulanya. Ilmu itu bersama Allah, dan Tuhan adalah Ilmu.

2 Sejak semula Sang Ilmu bersama Allah.

3 Segala sesuatu dijadikan oleh Allah melalui IlmuNya dan dari segala yang ada ini, tidak ada sesuatu pun yang dijadikan tanpa Ilmu Allah. (Yohanes 1:1-3)

Kitab Amsal Sulaiman 8 menyebut Ilmu Allah itu Hikmat Allah.

Ilmu Allah atau Hikmat Allah adalah bukan makhluk, bukan ciptaan, telah ada sebelum segala sesuatu ada. Andai Allah tak punya Ilmu, maka Allah itu bodoh. Allah dapat menciptakan alam semesta dengan kecerdasan yang maha cerdas menunjukkan bahwa sebelum segala sesuatu ada, sebelum Allah menciptakan segala sesuatu, Allah itu sudah punya Ilmu.

Ilmu Allah atau Hikmat Allah yang telah ada sebelum segala ciptaan, yang bukan makhluk, yang selalu satu dengan Allah, tak terpisahkan dari diri Allah,melekat dengan Allah dan bahkan satu Dzat dengan Allah itulah yang dimaksud sebagai Ilmu Allah atau ο Λογος ‘ho Logos’.

Ilmu Allah adalah Esensi Dzat Allah. Karena Dzat Allah berkodrat Tuhan, maka Esensi DzatNya (Ilmu Allah) pasti berkodrat Tuhan.

Allah adalah Tuhan.

Dzat Allah adalah Tuhan

Ilmu Allah adalah Tuhan

Namun tidak ada 3 tuhan, melainkan hanya ada 1 Tuhan saja, yaitu Allah yang substansiNya Dzat dan esensi dzatNya Ilmu. Rumusan iman sederhana ini disebut Tauhid Trinitas.


Kata kunci: Ilmu Allah, Yohanes 1:1-3, Hikmat Allah