Sejarah natal 25 desember (Asal-usul natal 25 Desember)

Tema: Posting ini mengisahkan sejarah teori asal-usul Natal dari pemujaan kepada Dewa Matahari, yang hanya didasarkan pada opini, asumsi, spekulasi nir bukti materi.

Tanya

Bagaimana sejarah teori asal-usul Natal dari pemujaan kepada Dewa Matahari Rumawi kuno? Siapa penggagasnya?

Jawab

Ide bahwa asal-usul Natal berasal dari pemujaan kepada Dewa Matahari Rumawi kuno dicetuskan pertama kali oleh Paul Ernst Jablonski, seorang theolog Kristen Protestan Liberal (Krislib), pada tahun 1743. Dia berspekulasi bahwa Natal 25 Desember adalah Dies Natalis Solis Invicti (hari kelahiran Dewa Matahari). Jablonski menuduh bahwa telah terjadi paganisasi Kristen dalam Katolik.

Di pihak Katolik, Dom Jean Hardouin, seorang rahib Katolik Benediktan, menyatakan bahwa apa yang terjadi bukan paganisasi Kristen, melainkan Kristenisasi kebudayaan pagan, tanpa perubahan sedikitpun pada aspek Injilnya. Paul Ernst Jablonski dan Dom Jean Hardouin gagal memahami bahwa angka 25 Desember sebenarnya bersumber dari perhitungan yang didasarkan pada ayat-ayat Injil.

Opini mereka berdua itu lantas memunculkan anggapan keliru bahwa asal-usul Natal berasal dari hari raya kafir pemujaan Dewa Matahari Rumawi kuno. Opini mereka berdua diikuti oleh berbagai ensiklopedia. Dasar opini mereka bukan fakta materi apapun dan semata-mata didasarkan pada asumsi saja. Kebanyakan orang sebenarnya hanya membebek tanpa pernah tahu siapa penggagas ide ini.

Barisan bebek yang hanya tahu membebek, bahkan mereka tidak tahu opini siapa yang diikutinya dan mengira opini nir bukti itu sebagai kebenaran. Kasihan sekali bebek-bebek ini.

Barisan bebek yang hanya tahu membebek, bahkan mereka tidak tahu opini siapa yang diikutinya dan mengira opini nir bukti itu sebagai kebenaran. Kasihan sekali bebek-bebek ini.

Opini keliru tersebut pernah dibantah oleh Louis Duchesne, yang mengungkapkan perhitungan yang dianut umat Kristus sedari awal abad Masehi, yaitu bahwa tanggal 25 Desember dihitung 9 bulan semenjak malaikat Gabriel menyampaikan Firman kepada Maria. Sayang sekali, suara Louis Duchesne tenggelam dalam derasnya theologi kristen liberal. Perhitungan yang didasarkan pada informasi dari ayat-ayat Injil memang menunjuk 25 Desember 5 SM Kalender Julian sebagai hari kelahiran Isa Al-Masih, sebagaimana yang sekilas disinggung dalam posting “Dalil & Logika Yesus (Isa) lahir tanggal 25 bulan Desember tahun 5 SM kalender Julian“.

Tidak diketahui kenapa orang lebih senang dengan opini Jablonsky-Hardouin ketimbang perhitungan yang masuk akal sebagaimana yang dikemukakan antara lain oleh Duchesne.

Kesimpulan

Teori bahwa asal-usul Natal dari pemujaan kepada Dewa Matahari itu hanya sebuah opini yang didasarkan pada asumsi, bukan bukti. Opini keliru tersebut dianggap benar karena diucapkan oleh orang yang dianggap ahli. Dengan begitu, dasar teori tersebut adalah argumentum ad verecundiam.[ref]Argumentum Ad Verecundiam adalah sesat nalar di mana suatu hal dinyatakan benar karena yang mengatakannya adalah orang yang [dianggap] ahli.[/ref].

 


Kata kunci: asal-usul Natal, opini, natal, dewa matahari

2 thoughts on “Sejarah natal 25 desember (Asal-usul natal 25 Desember)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>