Tag Archives: dalil hadiah natal

Dalil Hadiah Natal

Tema: menunjukkan dali-dalil hadiah natal, membuktikan bahwa hadiah natal adalah tradisi yang berasal dari Alkitab, bukan dari tradisi kafir seperti yang difitnahkan orang.

Tanya

Perayaan ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh perayaan orang kafir pada saat itu. Sebagai bagian dari perayaan tersebut, masyarakat tukar-menukar hadiah. Kebiasaan-kebiasaan itu lama-kelamaan menjadi bagian dari perayaan Natal. Hadiah natal itu tidak ada dalilnya dan hanya berasal dari kebudayaan kafir saja.

 

Jawab

Hadiah Natal itu ada dalilnya dalam Alkitab, yaitu: kisah Orang Majus dari Timur (Arab) memberi hadiah emas, dupa harum, dan myr (sejenis damar yang harum)

Milad Al-Masih adalah saat Allah menghadiahkan Isa Al-Masih bagi kita; maka kita pun perlu memberi hadiah kepada sesama manusia semampu kita.

Milad Al-Masih (Natal Kristus) adalah saat Allah menghadiahkan Isa Al-Masih bagi kita; maka kita pun perlu memberi hadiah Natal kepada sesama manusia semampu kita, khususnya kepada sesama manusia yang berekonomi lebih lemah.

 

Lalu masuklah mereka ke rumah itu, dan melihat anak itu dengan Maryam, ibu Isa. Maka sujudlah mereka di hadapan anak itu. Mereka membuka tempat harta mereka dan mempersembahkan kepada Isa persembahan berupa emas, sejenis damar yang wangi, dan kemenyan. (Matius 2:11)

 Dalil lainnya berasal dari pemahaman bahwa Allah menghadiahkan Isa Al-Masih kepada umat manusia.

Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia menganugerahkan “Sang Anak yang tunggal”[ref]Kata kias “Anak Yang Tunggal” merujuk pada Kalam Hakiki Allah, yaitu Ilmu Allah, yang nuzul menjadi hakikat manusia Isa Al-Masih[/ref] itu, supaya setiap orang yang percaya kepada Sang “Anak” tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal. (Yohanes 3:16)

Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan (dikaruniakan, dihadiahkan) untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai. (Yesaya 9:6)

 Karena kita telah diberi hadiah oleh Allah, maka kita perlu memberi pula hadiah kepada orang lain. Apa hadiah yang kita berikan kepada orang lain semampu kita. Tentu saja hadiah yang dapat kita berikan tidak akan se-luarbiasa hadiah dari Allah. Bila setiap orang menjalan prinsip ini, maka terjadilah saling memberi, sekalipun kita menerima pemberian bukan dari orang yang kita beri.

Berilah, maka kamu pun akan diberi. Kamu akan menerima takaran yang baik, yang digoncang-goncangkan sampai padat betul, bahkan melimpah keluar sampai jatuh ke dalam kain gendonganmu. Demikianlah yang akan kamu terima. Sebab takaran yang kamu pakai untuk orang lain, itulah yang akan dipakaikan bagimu.” (Lukas 6:38)

Kita adalah umat Allah yang menyembah Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Sebagimana hadiah dari Allah kepada umat manusia mendatangkan manfaat yang besar tanpa menghancurkan manusia terlebih menghilangkan nyawa sebagai wujud dari Pengasih dan Penyayang itu, begitu pula hadiah yang kita berikan kepada sesama manusia juga sesuatu yang bermanfaat bagi sesama, misal memberi makanan, pakaian, dsb bagi orang-orang yang kurang mampu.. Hadiah juga dapat kita berikan berupa kunjungan kepada orang sakit atau kepada yang ada di penjara.

  1. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh “Bapa”-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan.
  2. Sebab ketika aku lapar, kamu memberi aku makan; ketika aku haus, kamu memberi aku minum; ketika aku seorang asing, kamu memberi aku tumpangan;
  3. ketika aku telanjang, kamu memberi aku pakaian; ketika aku sakit, kamu melawat aku; ketika aku di dalam penjara, kamu mengunjungi aku.
  4. Maka orang-orang benar itu akan menjawab Raja itu, katanya: Tuan, bilamanakah kami melihat engkau lapar dan kami memberi engkau makan, atau haus dan kami memberi engkau minum?
  5. Bilamanakah kami melihat engkau sebagai orang asing, dan kami memberi engkau tumpangan, atau bilamana kami melihat engkau telanjang dan kami memberi engkau pakaian?
  6. Bilamanakah kami melihat engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi engkau?
  7. Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk aku. (Injil, Matius 25:34-40)

 

Apapun wujud hadiah itu, hendaknya juga diberikan dengan motif kasih dan sayang dalam hati. Hadiah yang kita berikan kepada sesama manusia hendaknya tidak memaksakan diri dan berada dalam batas-batas kemampuan.

Simpulan

Hadiah natal dan saling memberi saat peringatan Milad Al-Masih itu ada dalil ayat Alkitabnya.


Kata kunci: saling memberi, hadiah natal, kado natal, dalil hadiah natal, dalil kado natal