Tag Archives: jenis kelamin Tuhan

Tuhan tidak berjenis kelamin

Tema: Tuhan tidak berjenis kelamin

Tanya

Apa jenis kelamin Tuhan?

Jawab

Mengenai jender atau jenis kelamin Tuhan, ada beberapa anggapan keliru yang pernah muncul.

Pertama, anggapan bahwa אֱלֹהִים “elohim” (Ilah/Tuhan) berjender maskulin. Pengajaran itu didasarkan antara lain pada jender kata אֱלֹהִים “elohim”. Argumentasinya, kata אֱל `El yang merupakan asal kata אֱלֹהִים “elohim” adalah kata yang berjender maskulin. Karena jender kata אֱלֹהִים “elohim” itu maskulin, maka jender אֱלֹהִים “elohim” adalah maskulin juga. Benarkah demikian? Tidak!

Kedua, anggapan bahwa אֱלֹהִים “elohim” berjender feminim. Pengajaran itu didasarkan antara lain pada jender kata אֱלֹהִים “elohim” juga. Bedanya, anggapan yang kedua ini menganggap jender kata אֱלֹהִים “elohim” itu feminim, bukannya maskulin sebagaimana yang dianut anggapan pertama. Alasannya, kata אֱלֹהַ / אֱלוֹהַ `eloah yang merupakan bentuk tunggal kata אֱלֹהִים “elohim” adalah feminim karena berakhiran “-ah”. Padahal, akhiran “-ah” yang menunjukkan suatu kata berjender feminim adalah akhiran “-ah” yang dituliskan ה ָ , sedangkan akhiran “-ah” pada kata אֱלֹהַ / אֱלוֹהַ `eloah tulisannya adalah הַ bukannya ה ָ. Cara bacanya pun bukan “-ah”, melainkan “-ah”, yaitu huruf a dibaca hampir seolah seperti sambil lalu. Anggapan keliru tersebut memunculkan kesimpulan keliru pula: karena jender kata אֱלֹהִים “elohim” itu feminim, maka jender אֱלֹהִים “elohim” adalah feminim juga.

Ketiga, anggapan bahwa אֱלֹהִים “elohim” berjender rangkap (maskulin sekaligus feminim). “Bapa” dan “Anak” dianggap maskulin, sedangkan “Ruhul Qudus”dianggap feminim. Pengajaran itu didasarkan antara lain pada jender kata אֱלֹהִים `elōhîm juga dengan menggabungkan argumentasi pengajaran pertama dan kedua. Ini juga keliru.

Ketiga pengajaran keliru tersebut mempunyai satu kesamaan, yaitu: berangkat dari anggapan bahwa jender kata adalah jender obyek yang diwakili oleh kata itu dan menganggap jender kata sama dengan jender obyek. Anggapan keliru tersebut dapat dibuktikan dalam contoh berikut:

No Kata Jender Kata Jender Obyek
1 הַר Har (Gunung) Maskulin Tidak ada
2 בַּיִת Bayit (Rumah) Maskulin Tidak ada
3 יוֹם Yôm (Hari) Maskulin Tidak ada
4 דָבָר Dāvār (Kata) Maskulin Tidak ada
5 עִיר Îr (Kota) Feminim Tidak ada
6 דַעַת Da’at (Ilmu Pengetahuan) Feminim Tidak ada
7 אֶבֶן `Even (Batu) Feminim Tidak ada
8 גִבְעָהGivə’ah (Bukit) Feminim Tidak ada
9 דֶרֶךָ Derek (Jalan) Rangkap (Maskulin sekaligus Feminim) Tidak ada
Hanya pada makhluk hidup sajalah jender kata dpt merepresentasikan jender obyek.
10 אִישׁ Κ (Lelaki) Maskulin Maskulin
11 אִשָׁה Išāh (Wanita) Feminim Feminim
12 מֶלֶךָ Melek (Raja) Maskulin Maskulin
13 מַלְכָה Maləkāh (Ratu) Feminim Feminim
14 בֵּן Bēn (Putra) Maskulin Maskulin
15 בַּת Bat (Putri) Feminim Feminim
אֱלֹהִים “elohim” bukan makhluk (non-creature), juga bukan makhluk hidup (non living creature/ non living being/non animate being/non animate creature). Dengan demikian, jender kata אֱלֹהִים “elohim” bukanlah jender obyek/entitas אֱלֹהִים “elohim” dan kata אֱלֹהִים “elohim” tidak memiliki jender obyek. Dengan kata lain, אֱלֹהִים “elohim” (Tuhan) tidak berjender.
No Kata Jender Kata Jender Obyek
16 אֱלֹהִים `elōhîm (Ilah, Tuhan, God, Theos) Maskulin Tidak ada

 

Tuhan tidak berjenis kelamin
Tuhan tidak berjenis kelamin

Kesimpulan

  1. אֱלֹהִים “elohim” tidak berjender (tidak berjenis kelamin); kata אֱלֹהִים “elohim” berjender maskulin.
  2. Jender kata tidak menunjukkan jender obyek yang diwakili oleh kata itu, kecuali pada makhluk hidup.
  3. אֱלֹהִים “elohim” bukan makhluk dan bukan pula makhluk hidup, sehingga, jender kata אֱלֹהִים “elohim” tidak menunjukkan sama sekali jender אֱלֹהִים “elohim”.
  4. Tuhan tidak berjenis kelamin.

Kata kunci: jenis kelamin Tuhan, jender/ gender Tuhan